
BUSINESS
Di era perkembangan ekonomi digital ini, semakin banyak orang yang ingin mandiri secara finansial. Tidak hanya pelaku bisnis besar, tetapi juga freelancer, konten kreator, bahkan perempuan yang ingin berdaya dan berkembang secara profesional.
Salah satu fenomena sosial media menarik akhir-akhir ini adalah transformasi platform “Threads”. Awalnya, platform ini dikenal sebagai tempat berbagi cerita singkat atau opini sehari-hari. Namun seiring berjalannya waktu, “Threads” mulai dilirik sebagai platform yang memiliki potensial untuk membangun bisnis digital. Banyak orang bahkan berhasil mendapatkan klien dari menjual produk atau membuka jasa hanya lewat satu thread yang menarik perhatian.
Lalu, apa sebenarnya “Threads”? dan mengapa platform ini menjadi “ladang cuan” bagi para pelaku bisnis?
Apa Itu Aplikasi Threads?

(Sumber: Pexels)
“Threads” adalah aplikasi media sosial berbasis teks yang dikembangkan oleh Meta, perusahaan teknologi yang juga mengelola Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Diluncurkan secara global pada Juli 2023, “Threads” dirancang sebagai platform dimana pengguna bisa berbagi ide, opini, foto, video, maupun tautan dalam bentuk postingan singkat.
Jika Instagram lebih fokus pada konten visual seperti foto dan video, “Threads” lebih menonjolkan percakapan dan storytelling. Banyak pengguna merasakan interaksi di “Threads” lebih “manusiawi” karena terasa lebih personal dan tidak dipenuhi konten visual yang kompetitif. Hal ini membuat kreator dan pelaku bisnis mulai memanfaatkan “Threads” sebagai platform untuk membangun hubungan lebih dekat dengan audiens, sehingga membantu pelaku bisnis dalam mempromosikan bisnisnya.
Mengapa Threads Menarik untuk Bisnis?
Jika dibandingkan dengan platform lain seperti Instagram atau TikTok, “Threads” memiliki beberapa keunggulan yang menarik untuk pemasaran digital.
Pertama, persaingan konten masih relatif lebih rendah dibandingkan platform yang sudah lama populer. Artinya, akun baru masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas.
Kedua, konten berbasis teks lebih mudah diproduksi dibandingkan video atau konten visual yang kompleks.
Ketiga, “Threads” sangat kuat dalam membangun relasi melalui percakapan. Satu postingan bisa berkembang menjadi diskusi panjang yang akhirnya menjangkau lebih banyak orang melalui algoritma “rekomendasi”.
Hal ini membuat “Threads” sangat cocok untuk strategi pemasaran berbasis storytelling.
Mengutip artikel dari Medianama (2026), yang berjudul “Meta Threads Ads Global Rollout Begins” disebutkan bahwa Meta mulai mencoba meluncurkan fitur iklan secara global di Threads sebagai bagian dari strategi monetisasi platform. Langkah ini menunjukkan bahwa Threads tidak lagi sekadar menjadi media sosial, tetapi juga mulai berkembang menjadi ruang bisnis digital.
Sejalan dengan itu, berdasarkan informasi dari artikel TechBuzz (2026), yang berjudul “Meta Monetizes Threads: Global Ad Rollout Begins” disebutkan bahwa peluncuran iklan ini dilakukan secara bertahap dan menargetkan pengguna dari berbagai negara.
Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, Threads bisa menjadi peluang baru bagi brand dan kreator untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta membangun sumber pendapatan dari konten digital.
Selain itu, integrasi Threads dengan platform lain seperti Instagram dan Facebook akan memudahkan pelaku usaha dan kreator untuk menjalankan promosi lintas platform secara lebih efisien.
Dengan demikian, Threads tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi informasi, tetapi juga berpotensi menjadi “ladang cuan” baru, terutama bagi kreator konten maupun pelaku UMKM atau jasa.
Seberapa Besar Pengguna Threads Saat Ini?

(Sumber: Unsplash)
Pertumbuhan “Threads” terbilang sangat cepat dengan informasi sebagai berikut:
Berdasarkan informasi dari artikel Fortune Indonesia tahun 2025, data dari Meta menunjukkan pengguna aktif bulanan “Threads” sudah melewati 400 juta di seluruh dunia.
Dalam artikel Times Indonesia, menurut data Similarweb yang dikutip TechCrunch, per 7 Januari 2026, ada sekitar 141,5 juta pengguna aktif harian di perangkat mobile, bahkan lebih banyak daripada platform X (sebelumnya Twitter).
Angka ini menjadi salah satu acuan sebagai platform media sosial dengan komunitas besar. Bagi pelaku bisnis, hal ini menunjukkan ada ratusan juta potensi audiens dan pelanggan yang bisa dijangkau.
Fitur “Powerful” Threads untuk Bisnis

(Sumber: Unsplash)
Banyak yang mengira “Threads” hanya digunakan untuk menulis status atau berbagi opini. Padahal, platform ini memiliki beberapa fitur powerful yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis. Berikut beberapa fitur yang bisa digunakan:
1. Topik
“Threads” menggunakan fitur Tags atau Topik untuk mengelompokkan percakapan. Fitur ini memudahkan postingan bisnis ditemukan berdasarkan kategori oleh orang yang tertarik pada topik tertentu, misalnya: bisnis online, karier, desain grafis, kuliner, atau digital marketing.
2. Insight Postingan
“Threads” menyediakan data analitik untuk melihat:
Jumlah interaksi
Jumlah tayangan konten
Bagaimana audiens menemukan postingan
Menariknya, fitur ini bisa menunjukkan apakah audiens menemukan konten melalui “Threads” langsung atau melalui rekomendasi dari platform lain seperti Instagram dan Facebook. Bagi pelaku bisnis, data ini membantu memahami jenis konten apa yang paling efektif.
3. Kontrol Percakapan (Hidden Words & Filters)
Dalam bisnis online, menjaga reputasi sangat penting. “Threads” menyediakan fitur Hidden Words dan Filters yang membantu pengguna menyaring kata-kata tertentu di kolom komentar.
Fitur ini membantu pelaku bisnis untuk:
menghindari spam
menyaring komentar negatif
menjaga diskusi tetap sehat
Tren Konten yang Sedang Hype
Beberapa jenis konten yang populer di “Threads” awal 2026:
Storytelling pengalaman kerja atau bisnis
Thread edukasi: tips karier atau bisnis
Diskusi tren teknologi dan dunia kerja
Berbagi pengalaman freelance atau remote working
Promosi jasa dengan soft selling
Konten yang bersifat personal biasanya lebih mendapat interaksi karena terasa jujur dan relatable.
Baca Juga Tips Membangun Small Business dari Nol agar Bertahan dan Berkembang
Tren Micro-Service: Bisnis Kecil yang Viral

(Sumber: Pexels)
“Threads” juga menjadi tempat berkembangnya micro-service, yaitu jasa kecil yang dipromosikan melalui postingan. Contohnya:
Jasa desain grafis, biasanya mempromosikan layanan pembuatan undangan pernikahan digital dengan menampilkan contoh desain beserta pricelist.
Jasa penulisan (copywriter), admin support atau virtual assistant, jasa ini semakin populer karena bisa dilakukan secara remote atau work from home (WFH).
Jasa pembuatan CV dan optimasi LinkedIn, cukup populer di kalangan fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan dengan layananan: review CV, pembuatan CV ATS friendly, atau mengoptimalkan profil LinkedIn.
Jual makanan atau minuman, usaha kuliner seperti dessert, snack box, atau frozen food juga cukup ramai dipromosikan. Banyak penjual menggunakan storytelling tentang proses memasak atau kisah usaha mereka untuk menarik perhatian audiens.
Menariknya, banyak bisnis kecil ini justru viral karena rekomendasi pengguna lain lewat thread.
Baca Juga Ingin Menjadi Freelance Sukses? Simak 4 Tips Penting ini!
Dengan kata lain, “Threads” kini menjadi salah satu media sosial potensial untuk membangun bisnis digital. Dengan jumlah pengguna ratusan juta dan persaingan konten yang masih terbuka, platform “Threads” memberi peluang besar untuk siapa saja yang ingin mulai usaha online.
Baca Juga Marketplace vs Social Media: Mana yang Lebih Tepat untuk Usaha Online Kamu?
WAWgirls, jangan tunggu kesempatan datang sendiri. Mulailah untuk membagikan cerita, pengalaman, tips, jasa atau bisnis kecilmu. Jangan lupa, jadikan platform “Threads” menjadi ladang cuanmu di dunia digital!
Referensi
Fortune Indonesia. (2025). Threads Tembus 400 Juta Pengguna. FORTUNE Indonesia.
Medianama. (2026). Meta Threads Ads Global Rollout Begins. Medianama.
TechBuzz. (2026). Meta Monetizes Threads: Global Ad Rollout Begins. Techbuzz.
TIMES Indonesia. (2026). Similarweb Mobile App Statistics. TIMES Indonesia.
Temukan berbagai edukasi inspiratif dari WEWAW, komunitas pemberdayaan perempuan untuk berkembang dalam karier dan bisnis. Ikuti ragam kegiatan kami melalui:
Instagram: @wewaw.id
LinkedIn: WEWAW Indonesia
TikTok: @wewaw.id
Website: wewaw.org






